Selasa, 03 Januari 2012

BIMBINGAN KONSELING

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Proses belajar mengajar kadang kala tidak berjalan dengan baik, terutama di sekolah dasar. Seringkali guru sebagai seorang pengajar dihadapkan pada masalah – masalah yang timbul yang sebagian besar berasal dari anak didik kita. Masalah yang sering timbul adalah terlambat masuk, tidak mengerjakan tugas dengan baik, melanggar peraturan dan tata tertib sekolah dan masalah – masalah yang lainnya. Tak ayal lagi masalah ini sering membuat sebagian besar guru kewalahan dan merasa jengkel.
Tentunya hal ini bukanlah hal yang seharusnya membuat guru lantas marah tak jelas dan semakin memperburuk kesalahan yang diperbuat anak. Harus selalu diingat bahwa peserta didik yang kita hadapi di sekolah dasar ini adalah anak usia 6-12 tahun yang tentunya masih kita kategorikan sebagai anak – anak. Di mana pada dasarnya permasalahan yang dihadapi oleh anak usia ini biasanya berkaitan dengan gangguan pada perkembangan anak. Walaupun dari segi usia mereka memiliki rentang yang sama, tetapi setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain.
Sebagai pendidik yang baik tentunya kita harus bisa mengetahui bahwa setiap anak memiliki karakteristik dan permasalahan yang berbeda dan tentunya juga perlu penanganan yang berbeda pula dalam hal mendidik anak baik itu di sekolah maupun di rumah. Upaya penanganan yang dilakukan di sekolah sudah tentu akan berbeda dengan penanganan yang dilakukan di rumah, namun yang sangat memiliki peran penting dalam pemecahan masalah yang dihadapi anak adalah orang tua mereka sendiri, karena anak akan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah daripada di sekolah. Di sisi lain, sekolah memiliki tanggung jawab untuk dapat memberikan pengalaman – pengalaman dasar kepada anak yakni kemampuan dan kecakaan menulis dan berhitung, pengetahuan umum serta perkembangan kepribadian, yaitu sikap terbuka terhadap orang lain, penuh inisiatif, kreatifitas dan kepemimpinan.
Bimbingan yang diberikan ini dapat diartikan sebagai suatu bagian integral dalam keseluruhan program pendidikan yang mempunyai fungsi positif. Karena hal yang terpenting dari proses bimbingan ini adalah proses penemun diri sendiri, di mana hal ini akan membantu anak mengadakan penyesuaian terhadap situasi baru, mengembangkan kemampuan anak untuk memahami diri sendiri dan menyesuaikannya dalam situasi yang akan datang. Bimbingan bukan lagi bersifat hanya mengatasi setiap krisis yang dihadapi anak tetapi juga menerapkan suatu pemikiran tentang perkembangan anak sebagai pribadi sengan segala kebutuhan, minat dan kemampuan yang harus dikembangkan.
Sedemikian besarnya tanggung jawab yang diemban sekolah untuk dapat mengembangkan potensi diri siswa, sehingga perlulah adanya sekolah menjalankan program bimbingan konseling seoptimal mungkin. Sehingga menjadi sesuatu yang penting diadakannya program BK ini. Sebagai perbandingan kita di sini akan melihat bagaimana program pengembangan proses pelaksanaan bimbingan konseling yang berlangsung di SDN Cirengganis Desa Haurngombong Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang dengan segala permasalahan yang dihadapi dan pemecahan yang dilaksanakan.

1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang dirumuskan dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Apa itu bimbingan konseling ?
2. Mengapa bimbingan konseling dipandang penting untuk dikembangkan di sekolah dasar ?
3. Bagaimana pengembangan program Bimbingan Konseling yang dilaksanakan di SDN Cirengganis Desa Haurngombong Kecamatan Pamulihan ?
4. Permasalahan apa yang sering timbul dari peserta didik dan bagaimana proses penyelesaiannya ?
5. Beberapa efektif kah program Bimbingan Konseling di SD Cirengganis dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi peserta didik ?

1.3 Tujuan Penulisan
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk :
1. Memenuhi tugas mata kuliah Bimbingan Konseling.
2. Memperdalam pengetahuan penulis mengenai pengembangan bimbingan konseling di sekolah dasar.
3. Menambah pengalaman penulis dengan terjun langsung ke sekolah dasar untuk mengobservasi sejauh mana program bimbingan konseling ini dikembangkan di SDN. Cirengganis.

1.4 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan makalah ini adalah Kata Pengantar, Daftar Isi dan terdiri dari empat bab.
Di mana Bab I adalah sebagai Pendahuluan berisi sub bab 1.1 Latar Belakang, 1.2 Rumusan Masalah, 1.3 Tujuan Penulisan dan 1.4 Sistematika Penulisan. Bab II merupakan Landasan Teori yang terdiri dari sub bab 2.1 Pengertian Bimbingan dan Konseling, 2.2 Pentingnya Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar, 2.3 Pengembangan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar, 2.4 Penyusunan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar. Bab III merupakan Laporan Hasil Observasi terdiri dari sub bab 3.1 Identitas Observasi Program Bimbingan dan Konseling, 3.2 Pengembangan Program Bimbingan dan Konseling, 3.3 Permasalahan yang Sering Dihadapi Peserta Didik, 3.4 Upaya Penanganan Masalah. Dan yang terakhir Bab IV yang merupakan Penutup berisi sub bab 4.1 Kesimpulan, 4.2 Saran. Dan yang terakhir adalah Daftar Pustaka dan Lampiran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar